CAT | Tanaman Hias
30
10 Daerah Indonesia Tercemar Lingkungan
0 Comments | Posted by admin in Blog, Bumi ku, Gunung, Kaba dari Sijunjung, Lingkungan, My Room, Penghargaan, Room, Scriptmedia, Sijunjung, Tanaman Hias
Bulan juni adalah bulan dimana dunia memperingati hari lingkungan hidup, tapi di Indonesia negara kita tercinta masih banyak daerah-daerah bahkan kota kota yang tercemar lingkungannya, menurut penelitian team Metro 10 dalam sebuah program acara di Metro Tv, daerah -daerah di Indonesia masih banyak yang tetrcemar. Berikut 10 daerah paling tercemar di Indonesia Raya :
- Hutan Kalimantan ( Kerusakan Hutan yang parah)
- Surabaya (Sungai buatan Jagir yang salah fungsi)
- 3. Sidoarjo (Lumpur Lapindo)
- Bandung ( Tidak Adanya temapat pembuangan sampah akhir )
- Kali Ciliwung
- Medan ( Medan Merupakan Kekota ke 3 Terluas Di Inodnesia)
- Bantar Gebang (Tempat Pembuangan Sampah Akhir si Jakarta)
- Jakarta Utara (Sungai yang Banyak sampah)
- Aceh (Tsunami)
- Puncak bogor ( Rutinitas Banjir)
Bahkan Indonesia Sempat dinobatkan urutan ke 3 di dunia mengenai kerusakan hutan.
ini diakibatkatn oleh hutan kalimantan yang salah fungsi tak hanya itu Illegal logging pun juga menjadi salah satu penyebabnya.
Itu lah 10 daerah yang paling tercemar di negri ini, meskipun masih banyak daerah dareah lain yang masih tercemar lingkungannya, sepertinya hari lingkungan hidup sedunia tidak membawa pengaruh ke arah yang lebih baik terhadap kesadaran rakyat, dengan suasana Pemilu ini kita semua berharap, siapapun presiden terpilih nanti, bisa mebawa Indonesia , memperbaiki sistem dan menanggulangi pencemaran di kota-kota bahkan daerah-daerah Indonesia, semua itu akan terlaksana dengan baik apabila kita sebagai rakyat bisa berkerjasama untuk melindungi lingkungan. Oleh karena itu dari mulai sekarang selamatkanlah lingkungan untuk hari esok yang lebih baik.
12
First Award To My blog
0 Comments | Posted by admin in Adventure, Bumi ku, Mountainering, Penghargaan, Tanaman Hias
Hari yang cerah, malam juga berbinatang setelah liat liat nilai di Unisys , ku log in ke blogger ternyata ada sebuah comment dari seseorang yang bernama Tirta, dengan isi comment sbb : “Wah…ulasan yang menarik…. lestarikan alam ini karena kamu posting yang berbau ijo2..aku kasih award yang ijo2…ambil sendiri di blogku ya..” ku buka blog masnya, di posting paling atas terdapat posting yang berjudul penghargaan pertama ku ku baca posting itu, inti dari artikel tersebut adalah sang author memberikan penghargaan kepada teman temannya yang slalu peduli akan lingkungan dan kehijuaan. Penghargaan tersebut si beri nama betuah award, iconnya bagus. thanks to Tirta with Airbunga
6
Hidupkan Lingkungan
2 Comments | Posted by admin in Adventure, Bumi ku, Catatan Perjalanan Pendakian, Kaba dari Sijunjung, Sijunjung, Tanaman Hias
L
ingkungan , ya kata yang tepat untuk mengawali posting ini, apa jadinya jika lingkungan kita rusak, sunyi, sepi, ngak ada hijau hijaunya, kotor dan penuh kesuraman? anda bisa membayangkan bila semau itu terjadi. tapi sapa yang mau lingkugan mereka jadi seperti itu. seandainya bisa memilih pasti semua orang akan menghidarinya, eehh kenyataanya tidak seperti itu, masih ada ja sebagian orang sampai sekarang ngak sadar sadar apa bahaya kerusakan lingkungan tersebut. nahh, dalam suasana Hari Lingkungan Hidup Se dunia ini, saya berusaha menyadarkan satu dari banyak orang yang belum sadar meski yang bisa saya lakukan untuk saat ini hanya membuat sebuah tulisan ini.
Sedikit kembali ke masa lalu tepatnya pada tahun 1970. Pada tahun inilah asal usul hari bumi, bermula dari suatu kejadian di negara jepang tepatnya di teluk minamata. banyak penduduk disana menderita penyakit yang di duga akibat pencemaran lingkungan oleh unsure logam berat Merkuri atau air raksa. sehingga sekarang penyakit tersebut bernama penyakit minamata sesuai dengan asal muasalnya.
Peristiwa ini di picu oleh pencemaran air laut oleh sebuah industry kimia selama puluhan tahun membuang limbah Merkuri ke dalam laut mengakibatkan tercemarnya mahkluk laut seperti ikan , sifut dan kerang. tanpa disadari manusia dan hewan darat seperti kucing menjadi tempat terakhir penumpukan merkuri akibat mengkonsumsi ikan, kerang dan semua makhluk yang ada di minamata. Meskipun sekarang penyakit minamata tidak merajalalela namun pengalaman minamata dan bencana alam akibat ulah tangan manusia member kita pelajaran bahwa merusak bumi dan lingkungan itu bisa mengakibatkan malapetaka kerena prihatin terhadap kerusakan bumi, pada tangal 22 April 1970 Senator USA Gaylord Nelson memulai kegiatan peduli lingkungan, pada hari itu lah hari bumi pertama kali di canangkan.
Hari Lingkungan didasarkan dari Konferensi PBB mengenai Lingkungan hidup yang diselenggarakan pada tanggal 5 Juni 1972 di Stockholm,sehingga tanggal konferensi tersebut ditetapkan sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Indonesia juga ikut terlibat dalam konferensi tersebut dengan hadirnya Prof. Emil Salim yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Bappenas.
yah , begitu lah sedikit penggalan cerita tentang Asa Usul hari bumi dan Lingkungan Hidup. sekarang apakah anda ngak ingin lingkungan anda nyaman, bersih, hijau dan enak dipandang?
K
eberhasilan Kelompok Petani Peduli Hutan (KPPH) Nagari Paru Kab Sijunjung dalam melestarikan Rimbo Larangan seluas 3500 hektar dengan diikat Pernag (Peraturan Nagari) pada tahun 2001, memang tampak membawa hasil yang positif. Kelompok Petani Peduli Hutan (KPPH) ini di ketuai oleh Iskandar dibawah binaan Wahana Nusantara Adventurir (Wanusa) Sijunjung yang di gawangi oleh Priyono dan Dinas Kehutanan & Lingkungan Hidup Kab Sijunjung, KPPH mendapatkan Anugerah Kalpataru pada bulan Juni 2007 lalu, salah satu penganugerahan penghargaan yang tertinggi dari Presiden Dr. Susilo Bambang Yudhoyono bagi para penyelamat kelestarian lingkungan. Keberhasilan ini perlu diacungkan jempol untuk KPPH Nagari Paru Kec Sijunjung Kab Sijunjung termasuk yang terkait sebagai motivator penunjang keberhasilan ini.
Di Rimbo Larangan juga ditemui tanaman Asplenium nidus ekor tikus, tanaman ini tergolong jarang ditemukan. Dan masih banyak ditemukan spesies nova ( penemuan spesies tanaman baru) asplenium nidus yang lain yang masih dalam penelitian. Kalau di hitung-hitung tumbuhan asplenius nidus di Rimbo Larangan sangat banyak sekali, untuk mengetahui jenisnya memang perlu dilakukan identifikasi dan inventarisasi , dimasukkan didalam catalog khusus asplenium nidus,. Selain spesies asplenium sisik ular, juga diketemukan bunga bangkai jenis Amorphopalus titanum yang sedang mekar, dengan ketinggian dari Muka Tanah (MT) 2,5 meter, rentang kemekaran kelopak bunga 2,5 meter, warna bunganya lila dan kuning masak, tutur ketua Walhi tersebut.
Ditempat terpisah, mantan Wali Nagari Paru juga Ketua KPPH Iskandar ketika di konfirmasikan masalah tanaman Asplenium nidus/Kadaka sisik ular, “baru kali ini saya melihat tanaman kadaka sisik ular. Inilah salah satu kekayaan alam di kawasan Rimbo Larangan. Selain itu kehidupan fauna/satwa yang dilindungi juga masih banyak, diantaranya harimau Sumatera, beruang, siamang, ungkou, ular dan lain sebagainya”, ungkap Iskandar.
14
Species Anggrek Vanda Sumatrana Very Wonderfulll
1 Comment | Posted by admin in Kaba dari Sijunjung, Tanaman Hias, anggrek, vanda sumatrana

Kekayaan sumber daya alam Kabupaten Sijunjung khususnya spesies anggrek alam sangat mengagumkan sekali. Dari hasil penelitian KPA Wahana Nusantara Adventurir ( WANUSA ), salah satu jenis spesies anggrek alam Vanda Sumatrana, bila musim berbunga tiba akan mengeluarkan bau yang harum, very wonderfull.
Bunganya sebesar bunga kamboja terdiri 5 kelopak bunga dengan ciri khas warna bunganya cokelat tua bertotol-totol kuning dan tahan lama. Spesies anggrek ini jenis tanaman epifit. Tumbuh menempel di pepohonan atau menempel di tebing berbatuan yang sangat terjal atau di pepohonan besar, memang susah untuk mendapatkannya. Tumbuhnya mudah, dengan memakai media pakis, tidak memerlukan udara dengan kelembaban yang tinggi. Spesies anggrek alam Vanda Sumatranda ini, untuk ke depan bisa sebagai primadona Sijunjung. Karena…. dikawasan hutan lindung maupun hutan konservasi masih banyak ditemukannya jenis yang satu ini. Sudah saatnya Pemkab Sijunjung mengadakan suatu penelitian kekayaan sumber daya alam spesies anggrek alam, apakah menunggu dulu hutan-hutan itu habis dijadikan lahan perkebunan atau pembalakan liar. Demikian juga DPRD Kab Sijunjung harus merespon tentang kekayaan sumber daya alam berupa spesies anggrek alam, dimasa akan datang bisa memberikan kontribusi terhadap keuangan daerah. Untuk kerjasama melakukan penelitian WANUSA selalu siap kapanpun.
Sebetulnya Kab Sijunjung itu kaya, baik dari segi sumber daya alam maupun sumber daya mineral, belum lagi kekayaan yang diberikan oleh Allah yang maha kuasa yaitu lokasi-lokasi obyek wisata alam, yang baru skala kecil terperhatikan oleh Pemeintah daerah. Kita bisa mengemas berbagai kegiatan wisata alam dengan nilai jual kepada Wisatawan bekerja sama dengan Biro Travel baik yang ada di Sumbar maupun diluar Sumbar mendatangkan Wisatawan. Namun tentunya segala sesuatu perlu persiapkan terlebih dahulu ,dengan konteks perencanaan secara matang. Langkah langkah kedepan yang harus dilakukan, termasuk pembuatan Etnografi, karena dari hasil penelitian baik itu Kabupaten/Kota di Sumbar ini belum ada yang membuat Etnografi.
![Validate my Atom 1.0 feed [Valid Atom 1.0]](valid-atom.png)
